Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Legenda Hantuen

Cerita Rakyat

Legenda Hantuen menjadi Cerita Rakyat Kalimantan Tengah yang sampai saat ini masih dipercaya sebagian masyarakat disana. Kisah rakyat Kalimantan Tengah ini membuat orang takut jika pergi ke hutan pada malam hari. Pada setiap propinsi di kalimantan masing-masing memiliki Cerita Rakyat Kalimantan nya sendiri-sendiri. Misalnya pada artikel sebelumnya kami pernah memposting Kumpulan Kumpulan Cerita Rakyat dari Kalimantan terbaik yang juga masuk dalam Kategori Kumpulan Cerita Cerita Rakyat Nusantara Terbaik. Penasaran dengan Kumpulan Cerita Anak Kalimantan yang akan Kakak dongengkan malam hari ini? Ini dia kisahnya.

Cerita Rakyat Kalimantan Tengah Siluman Angkes Dan Siluman Ikan Tomang

Seorang gadis cantik tampak kebingungan menapaki Bengawan Rungan. Tapih, poker pelangi apa yang lagi anda cari? jerit bapaknya. Wanita bernama Tapih itu menanggapi, Topiku Papa, topiku larut dikala saya mandi.

Mereka berdua menapaki Bengawan Rungan buat mencari topi itu. Tidak terasa, mereka sudah hingga di dusun orang sebelah, Dusun Sepang Simin. Nyatanya topi Tapih terdapat di dusun itu. Anak muda bernama Antang Taung menciptakannya.

Ayah Tapih menawarkan hadiah pada Antang Taung bagaikan perkataan dapat kasih, tetapi anak muda itu menolaknya. Bila diizinkan, aku berarti menikahi gadis Ayah, pinta Antang Taung yang jatuh cinta pada Tapih semenjak pemikiran awal. Tapih tersipu mengikuti permohonan Antang Taung itu. Kala bapaknya memohon pendapatnya, Tapih cuma menganggut sepakat. Acara perkawinan juga diselenggarakan dengan hidup.

Setelah menikah, cocok dengan adat setempat, pendamping mempelai baru harus tinggal di rumah orangtua masing- masing secara bergantian. Adat itu dirasa berat oleh Antang Taung serta Tapih sebab ekspedisi dari asal Tapih, Dusun Baras Semayang, ke Dusun Sepang Simin wajib melampaui hutan yang rimbun. Sehabis berembuk, mereka menyudahi buat membuat jalur pintas yang mengaitkan kedua dusun itu.

Masyarakat Dusun Baras Semayang serta Sepang Simin bergotong- royong membuat jalur itu. Mereka pula mendirikan pondok buat tempat melepas letih. Sesuatu hari, beberapa barang yang mereka Ietakkan di pondok itu hilang. Serta bukan sekali itu saja. Materi santapan, beras, apalagi busana pula lenyap. Sebab penasaran, masyarakat menyudahi buat menjebak sang mencolong. Mereka berbohong meninggalkan pondok, seakan berangkat bertugas, tetapi sesungguhnya mereka mengintip dari balik semak- semak. Dikala seperti itu mereka memandang seekor angkes( semacam landak) masuk ke pondok.

Mengintai Binatang Yang Menggoyang

Mereka mengintai Iebih dekat lagi. Binatang itu menggoyang- goyangkan badannya serta seketika, wusss angin berhembus amat cepat serta binatang angkes itu berganti jadi anak muda ganteng. Berbarengan, para masyarakat itu mendobrak pondok serta membekuk anak muda siluman angkes itu.

  • Ampun, jangan hukum aku. Aku akan menebus semua kesalahanku!” teriak pemuda itu.
  • Memangnya apa yang dapat anda jalani? Mengembalikan seluruh hasil curianmu? pertanyaan masyarakat.
  • Saya dapat menolong menuntaskan profesi kamu. Dalam durasi 3 hari, jalur pintas ini hendak sedia dipakai, tutur siluman angkes itu Seluruh yang muncul menganggut sepakat. Serta memanglah betul, jalur itu berakhir dalam durasi 3 hari. Antang Taung serta Tapih terpukau mengikuti informasi itu. Suami- istri itu mau mengangkut anak muda itu jadi anak mereka. Tidak dinyana ajuan itu diperoleh.

Sebagian bulan setelah itu, Tapih memiliki. Sesuatu hari, beliau mau sekali makan ikan tomang. Buat meluluskan kemauan istrinya itu, Antang Taung berangkat ke bengawan serta sukses membekuk seekor ikan tomang. Sebab tergesa- gesa kembali, justru meninggalkan ikan tomang itu di perahunya. Sedemikian itu Antang Taung mengetahui perbuatannya, beliau kembaIi ke perahunya. Tetapi betapa terkejutnya beliau, bukan ikan tomang yang beliau temui melainkan anak wanita yang menawan jelita. Dengan bahagia, Antang Taung bawa anak itu serta mengerahkannya pada Tapih.

Anak titisan ikan tomang itu nyatanya berkembang dengan kilat. Sebagian bulan saja, beliau telah menjelma jadi seseorang wanita yang menawan. Beliau jatuh cinta pada anak muda siluman angkes. Warnanya perasaan itu tidak bertampar sisi tangan. Dengan berkat dari Antang Taung serta Tapih, keduanya melakukan perkawinan. Mereka amat senang, tetapi keceriaan itu tidak bertahan lama. Tidak berapa lama sehabis lahir, anak awal mereka tewas. Ditambah lagi dengan informasi mengenai kematian anak yang dilahirkan oleh Tapih. Mereka seluruh amat berkabung.

Cocok Adat Antang Taung

Cocok adat, Antang Taung serta Tapih wajib melangsungkan 2 seremoni kematian buat kedua anak itu. Yang awal merupakan seremoni pemakaman, serta yang kedua merupakan seremoni pembakaran kerangka. Lewat kedua seremoni itu, arwahnya diyakini hendak menaiki Lewu Tatau( kayangan). Seremoni kedua, yang diucap tiwah dikira lebih berarti dari seremoni awal. Pada seremoni tiwah, arwah orang yang tewas diyakini hendak bebas dari badannya.

Siluman angkes serta siluman ikan tomang mengenali seremoni itu. Walaupun mereka merupakan siluman, mereka mau melakukan seremoni itu. Tetapi dikala makam anak mereka digali, bukan kerangka orang yang mereka dapati, melainkan kerangka binatang serta simbol. Masyarakat yang melihat peristiwa itu berbisik- bisik satu serupa lain. Sebab malu, pendamping siluman itu meninggalkan dusun serta mengembara ke hutan.

Hingga akhir hayatnya, mereka bermukim di situ serta melahirkan banyak generasi. Generasi mereka diucap hantuen. Banyak pula hantuen ini yang meninggalkan hutan serta menikah dengan orang lazim.

Dikala ini, generasi hantuen diyakini sanggup berganti bentuk jadi makhluk halus gadungan. Walaupun pada siang hari bentuk mereka merupakan orang, pada malam hari mereka hendak berganti jadi makhluk halus tanpa badan. Mereka berkeliaran mencari anak yang terkini lahir buat diisap darahnya.

Catatan akhlak dari Narasi Orang Kalimantan Tengah Babad Hantuen untukmu merupakan Jadilah diri sendiri. Jauhi kemauan buat melaksanakan haI- hal yang dicoba orang lain. Karena perihal itu belum pasti cocok untuk dirimu.